Ditulis pada tanggal 10 Mei 2015, pada kategori Berita

Tim MicroUB 1 dari Jurusan Teknik Elektro FT UB meraih juara tiga dalam kategori Medical Electronic and Assistive Technology pada kompetisi Lomba Cipta Elektroteknik Nasional ke-18 (LCEN XVIII)

Tim MicroUB 1 dari Jurusan Teknik Elektro FT UB meraih juara tiga dalam kategori Medical Electronic and Assistive Technologypada kompetisi Lomba Cipta Elektroteknik Nasional ke-18 (LCEN XVIII) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri  Institut  Teknologi  Sepuluh  Nopember  Surabaya  (HIMATEKTRO  FTI ITS) selama dua hari (24-25/5/2014).

Tim MicroUB 1 membuat alat Pendeteksi Usia Biologis Sebagai Penentu Program Diet Bagi Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dan Obesias. Cara kerja alat ini yaitu, pengguna dipersilahkan duduk dikursi kemudian alat akan membaca berat badan dan tinggi lutut yang akan dikonversi menjadi tinggi badan. Kemudian data yang diambil tadi dihubungkan secara serial ke komputer. Pada komputer, data tadi masuk ke software yang dibuat. Kemudian data seperti umur kronologis atau umur sesungguhnya dimasukkan. Setelah selesai, akan keluar hasil berupa usia biologis. Usia biologis adalah usia yang menunjukkan seberapa sehat penggunanya, jika usia biologis lebih muda dari usia sesungguhnya, maka dikatakan sehat, apabila sebaliknya, maka kurang sehat atau resiko mendapat penyakit akibat gaya hidup semakin besar. Selain itu, dalam software terdapat jumlah kalori yang dibutuhkan penderita diabetes dan obesitas. Untuk menu makanan, pasien bias memilih sendiri dalam software yang takarannya sudah diatur sesuai kebutuhan, apabila melebihi kalori, software akan mengingatkan.

Ditanya mengenai persiapannya Tim dari FT-UB mengaku hanya memiliki waktu singkat untuk merealisasikan produknya “Dari pengumuman finalis, kita merealisasikan karya kami dalam waktu hanya 1 bulan”. Kenang M.Ilham salah satu anggota tim MicroUB1.

Selain tim MicroUB 1, Tim SSCFB dari FT UB yang mengikuti kategori Industrial Automation & Electronics, membuat penyortir biji kopi. Cara kerja alat ini yaitu, biji kopi dijalankan pada konveyor, kemudian sensor membaca warna dari biji kopi, lalu biji kopi disortir atau dipisahkan letaknya dengan menggunakan motor  sesuai dengan kelompok warnanya.

Dalam acara ini cakupan peserta yang ditarget cukup luas. Terdapat kompetisi elektroteknik untuk tiga kategori yaitu Pelajar, mahasiswa, dan umum. Pada  kelas pelajar terdapat satu kategori lomba,  yaitu Kategori Applied Electronic sedangkan Kelas Mahasiswa terdapat tiga kategori lomba;  Kategori Green Energy Inovation, Kategori Medical Electronic & Assistive technology dan KategoriIndustrial Automation & Electronics. Dikelas umum; Kategori Telekomunikasi Multimedia dan Informatika. Dalam kompetisi tersebut Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) mengirim dua delegasi; Tim SSCFB dengan anggota M. Nurdin Islam, Rifki Pratama, dan Muhammad Wildan. Tim kedua; Tim MicroUB1: Bayu Satya N,  Abdul Roqib, dan M. Ilham Akbar (e’12).

Pelaksanaan Final lomba ini melewati beberapa tahapan seleksi antara lain tahap penjurian awal yang menentukan 45 karya terbaik, dilanjutkan dengan pengumuman seleksi proposal, daftar ulang finalis, realisasi karya dan penjurian akhir. Pada tahap penjurian akhir, (24-25/5/2014), peserta  diminta  untuk  hadir  guna mempresentasikan  karyanya  di  depan  juri  dan  akan  dipamerkan  pada pameran teknologi.

Dalam kompetisi ini kedua tim perwakilan dari Teknik Elektro UB berhasil lolos ke tahap final. [MI (kontributor dari Jurusan TE FTUB)/emis/Oky]

sumber: http://prasetya.ub.ac.id/