Ditulis pada tanggal 14 Maret 2015, pada kategori Berita

Meningkatnya angka kematian ibu pasca melahirkan menginsirasi lima mahasiswa Universitas Brawijaya untuk, sekali lagi, bersaing dalam Business Plan School on Internet (SOI) ASIA 2014 dan memenangkan untuk ketiga kalinya dan menang untuk ketiga kalinya berturut-turut. Dari sekian banyak preneurships ditawarkan dalam kompetisi itu, seperti techno-preneurship, sosial-preneurship, dan education-preneurship, tim UB yang terdiri dari Fadli Fatkhurrizki (Teknik Elektro, 2012), Nurina Firdausi (Teknik Elektro, 2012), Romdan Muhammad Ubaidillah (FILKOM, 2012), Arya Yoga Pratama Adearta (FILKOM/SAP 2014), dan Nabila Alri Hutami (FK ,2012) memilih Techno-preneurship dan menyusun proposal bisnis tentang  EDHET (Early Detection of Hemorrhagic Postpartum).

Dengan bimbingan dari Eka Maulana ST., MT., M.Eng, dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) bersama mereka mencoba untuk membuat EDHET, alat alternatif untuk mendeteksi pendarahan pada ibu hamil pasca melahirkan. Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes, Ketua IBI menunjukkan minat yang besar dengan dikembangkannya alat ini dan membantu tim dengan memberikan informasi yang diperlukan seputar dunia medis.

Dengan kemenangan ini tim mendapat kesempatan untuk mengunjungi beberapa universitas di Jepang sebagai Grand Prize. Kunjungan mereka ke Jepang akan diadakan pada bulan November 2015. Kesempatan ini membuka kesempatan bagi Tim EDHET untuk mengembangkan penelitian mereka lebih lanjut di perguruan tersebut dengan saran dan pengawasan dari para profesor setempat. EDHET adalah detektor pendarahan yang bekerja berdasarkan banyaknya darah yang keluar dari ibu pasca melahirkan. Pendarahan bisa terjadi ketika ibu hamil 500 cc darah dalam 24 jam sebelum dan sesudah melahirkan. “EDHET akan menghitung banyaknya darah yang keluar, jika mencapai angka 400 cc maka EDHET akan menyalakan alarm sehingga dokter bisa dengan segera menangani pasien tersebut.” kata Fadli.

Untuk mempertahankan gelar juara bertahan untuk UB, tim ini harus melalui beberapa tahapan. Pengiriman proposal pada November 2014, yang kemudian enam dari tiga puluh proposal; University of Computer Studies Myanmar, University Sains Malaysia, dua tim dari KEIO University Jepang, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Brawijaya dari Indonesia harus mempresentasikan proposal mereka pada Desember 2014 melalui teleconference, dan pemenangnya diumumkan pada 7 Januari 2015 oleh Mr . Goi Hoe Chin, Research Assistant Entrepreneurship Network  dari School on Internet Asia Project.

Dalam perkembangannya, masalah yang dihadapi oleh tim saat ini adalah bagaimana dan dimana pemakaian alat tersebut dengan tubuh pasien dan juga bagaimana membuat alat detektor berat dengan marjin seminimal mungkin. Untuk itu, Mr. Goi juga akan mengunjungi mereka pada akhir Februari 2015 untuk melihat perkembangan mereka dan memberikan laporan kepada anggota SOI dengan harapan dapat memberikan solusi untuk kesulitan yang mereka hadapi dan memberikan masukan untuk perkembangan EDHET.

“Kami mungkin tidak mendapatkan uang banyak buat hadiahnya, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kami mendapat kesempatan besar untuk mengembangkan dan melihat proses bagaimana penelitian kami berkembang menjadi produk yang bisa mengubah dan bermanfaat bagi hajat hidup orang banyak,”  Kata Eka Maulana selaku dosen pembimbing. “Ini adalah kesempatan seumur hidup karena tidak setiap siswa, bahkan mungkin tidak setiap peneliti bisa memiliki kesempatan mengembangkan penelitian mereka dari awal. Ini juga merupakan ajang promosi UB sebagai Entrepreneur University!” katanya. (emis/mic)

sumber: teknik.ub.ac.id