Ditulis pada tanggal 5 June 2009, oleh , pada kategori Berita

Salah satu tekad Universitas Brawijaya adalah jangan sampai ada mahasiswa tidak dapat kuliah karena tidak ada biaya. Untuk itu, berbagai program telah dijalankan diantaranya program SPP proporsional dan beasiswa. Demikian disampaikan Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, dalam jumpa pers yang dilangsungkan di ruang kerjanya, Selasa (2/6). Turut hadir dalam jumpa pers tersebut adalah Warkum Sumitro, SH, MH (Pembantu Rektor II), Ir. HB. Ainurrasyid, MS (Pembantu Rektor III), Dra. Welmin Soenyi Ariningsih, M.Lib (Kepala BAAK) dan Taufiq BT, ST, MT (staf ahli PR III). Rektor menambahkan, beasiswa senilai Rp. 16.5 M akan digelontorkan bagi sekitar 6000 mahasiswa UB yang berasal dari dana Dikti, DIPA dam sponsor perusahaan/bank/swasta. Beasiswa tersebut menurut Rektor akan dibagikan kepada mahasiswa dalam dua kategori yaitu mahasiswa kurang mampu dan mahasiswa berprestasi (akademik dan non akademik) dengan kisaran nilai antara Rp. 250 ribu/bulan hingga Rp. 1.4 juta/bulan. Selain SPP proporsional dan beasiswa, UB juga tengah mempersiapkan asrama bagi mahasiswa baru di atas tanah seluas 7 hektar di kawasan Dieng serta asrama bagi mahasiswa kurang mampu di dalam lingkungan UB.
Beasiswa Online
Dalam keterangannya, PR III menyebutkan bahwa beasiswa tersebut nantinya akan dibagikan kepada mahasiswa melalui pendaftaran secara online di sini. Sistem beasiswa online ini, menurut PR III adalah yang pertama di Indonesia dan akan diadopsi oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti). Dari data yang terkumpul nantinya, terdapat sebuah tim yang melakukan verifikasi dipimpin oleh Pembantu Dekan III di masing-masing fakultas. “Ada sanksi tegas jika nanti data yang diberikan tidak sesuai dengan yang disampaikan. Untuk itu, perlu dicantumkan juga keterangan RT/RW dan nomor telepon tetangga”, ujar Rektor. Sanksi tersebut berupa sanksi akademik digugurkan satu semester untuk yang memanipulasi data dan mendapatkan beasiswa lebih dari satu

Disadur dari www.prasetya.brawijaya.ac.id