Laboratorium Mikrohidro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (TEUB) merupakan laboratorium lapangan yang menyelenggarakan kegiatan bidang keilmuan energy terbarukan dari sumber daya energy air secara teoritis maupun aplikatif. Laboratorium Mikrohidro TEUB mempunyai sejarah yang unik karena keberadaan laboratorium lapanganan yang berwujud bangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro/PLTM tersebut merupakan hasil kerjasama antara FT UB dengan Proyek Penanggulangan Banjir Lahar Gunung Kelud Departemen Pekerjaan Umum pada tahun 1997. Bangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro/PLTM tersebut dikenal sebagai PLTM Check Dam V Kalijari.

Pembangunan Check Dam V Kalijari dilakukan oleh karena warga Desa Gadungan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar pada waktu Gunung Kelud meletus selalu mengalami kerugian baik berupa hasil sawah dan ladang, binatang ternak dan bahkan korban jiwa. Menanggulangi hal tersebut, pemerintah melalui Proyek Pengendalian Banjir Lahar Gunung Kelud Departemen Pekerjaan Umum membangun Chek Dam V Kalijari. Pada tanggal 8 Januari 1997 PLTM Chek Dam V Kalijari mulai dioperasikan dan peresmiannya dilakukan oleh Bupati KDH Tk. II Kabupaten Blitar serta sekaligus merupakan awal mulai beroperasinya PLTM tersebut. Kerjasama ini juga ditandai dengan peresmian PLTM sebagai Laboratorium Lapangan FT UB sedangkan pengelolaannya tetap dilakukan oleh masyarakat setempat dengan menunjuk beberapa orang warga Dusun Jari sebagai pengelola dan operator PLTM. Sedangkan status Tim Mikrohidro FT UB adalah bertindak sebagai tenaga ahli/supervisi operasi dan pemeliharaan PLTM.

Pada awalnya, untuk menampung minat penduduk yang ingin memasang sambungan rumah listrik mikrohidronya  telah dilakukan pendataan oleh Tim Mikrohidro  FT UB (1996). Hasil dari pendataan ini mendapatkan kenyataan/fakta bahwa ada ± 70 KK yang berminat sebagai calon pelanggan listrik PLTM Check Dam V Kalijari. Melalui diskusi dan pembahasan antara pihak desa, FT UB dan masyarakat setempat (sebagai calon pelanggan listrik mikrohidro) akhirnya disepakati bahwa masing-masing rumah penduduk dipasang daya listrik 100 watt sehingga total daya terpasang pada pelanggan ± 7 kW. Beban terpasang ini merupakan 50% dari kapasitas pembangkitan PLTM Chek Dam V Kalijari yang mencapai 15 kVA sehingga dengan kapasitas beban yang 50% dari kapasitas pembangkitan diharapkan kelangsungan energi listrik mikrohidronya tetap terjamin.

Untuk membatasi pemakaian daya sebagimana ketetapan yang telah diputuskan bersama maka pada masing-masing rumah penduduk dipasang pembatas arus (MCB) 0,5 Ampere dengan tegangan 220 Volt. Sedangkan biaya langganan listrik mikrohidro telah disepakati bahwa setiap pelanggan listrik mikrohidro ditarik iuran Rp. 10.000,-/KK/bulan. Biaya ini digunakan untuk: pengelola/pengurus dan operator PLTM (4 orang), mendorong kegiatan karang taruna desa, kas desa dan  perawatan PLTM.

Berkaitan dengan kebutuhan pengelolaan dan pelayanan laboratorium di masa depan, maka Laboratorium Mikrohidro akan mengembangkan dirinya di dalam pengembangan ilmu dan teknologi (IPTEK) serta pelayanan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bagi para dosen maupun mahasiswa yang mengambil mata kuliah terkait di bawah naungan Laboratorium Mikrohidro.

Berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,  Laboratorium Mikrohidro mendukung kegiatan lapangan Bidang Keahlian/Kosentrasi Teknik Energi Elektrik TEUB, khususnya pada 2 (dua) Sub Bidang Keahlian/Konsentrasi Sistem Daya Listrik dan Mesin-mesin Listrik. Setiap Sub Bidang Keahlian pada Laboratorium Mikrohidro menjalankan aktivitas sesuai dengan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: Kegiatan Pendidikan, Kegiatan Penelitian, dan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat secara terpadu (integrated), menyeluruh (comprehensif) dan berkelanjutan (long term).