63 !

Ditulis pada tanggal 19 November 2018, oleh ict team, pada kategori Berita, Tak Berkategori, Uncategorized
elektro

Setelah melalui serangkaian Dies Natalis ke-40, Teknik Elektro Universitas Brawijaya (TEUB) kembali mengadakan seminar dan workshop tentang Power System. Kali ini Power System Engineering and Energy Management Research Group dan IEEE UB Student Branch mengundang tiga Keynote Speaker kawakan untuk berbicara tentang Resilience of Power System. Ketiga pembicara utama itu adalah Prof. Ir. Dr. Hazlie Bin Mokhlis, Department of Electrical Engineering University of Malaya, Assoc.Prof. Ir. Hadi Suyono, dan Eka Maulana S.T., M.T., M.Eng.

Dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen, seminar dan workshop dilaksanakan di Ruang 1.6 Gedung A TEUB pada hari Kamis, 15 November 2018.

Diawali dengan materi Resilience of Power System dari Prof. Ir. Dr. Hazlie Bin Mokhlis, beliau menjelaskan bahwa Resilience adalah bentuk usaha untuk mengembalikan sistem ke kondisi semula. Dalam konteks Power System, resilience dapat diaplikasikan untuk menjadi perbaikan sistem pembangkit-transmisi-beban saat terjadi bencana alam. Karena dampak yang terjadi seringkali dalam skala yang besar, maka pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (New Reneawble Energy) seperti microgrid dapat diimplementasikan sebab microgrid efisien terhadap output, cost maupun infrastructure. Materi ini mengundang antusiasme peserta untuk bertanya di sesi tanya jawab.

elektro2Pemateri kedua adalah Assoc. Professor Hadi Suyono yang merupakan Head of Power System Engineering and Energy Management Research Group. Ketua Jurusan TEUB ini memberi paparan tentang Increasing Resilience of Power System Network khususnya mengenai Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (New Reneawble Energy) yang sangat banyak melimpah di Indonesia, antara lain Hydro, Wind, Solar, Bio-power, dan Ocean.

“Sayangnya, dari sekian besar potensi yang ada, hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan. Diharapkan, ke depan Indonesia marak memberdayakan energi terbarukan, khususnya Wind dan Solar yang sangat melimpah di Indonesia,” ungkapnya.

elektro3Materi terakhir yaitu Wireless Power Transfer (WPT) and Machine Learning in Power System yang disampaikan oleh Eka Maulana M.Eng. WPT sendiri kini mulai digunakan pada perangkat elektronika khususnya dalam konteks wireless charging sebab efisien terhadap ruang dan daya yang dihasilkan. Dari berbagai riset yang telah dilakukan, dijelaskan bahwa semakin dekat sumber dengan objek, daya yang didapat semakin tinggi. Selain WPT, Machine Learning juga mulai ramai diimplementasikan terkait training maupun learning sistem terhadap kondisi-kondisi yang diinginkan.

“Semoga wawasan ini dapat memunculkan gagasan-gagasan baru terkait implementasi Wireless Power Transfer dan Machine Learning,” harap Eka usai paparan. (FT-mic)