63 !

Ditulis pada tanggal 15 October 2018, oleh ict team, pada kategori Berita, Tak Berkategori, Uncategorized
IMG_3323

Melanjutkan kegiatan hari sebelumnya, Musyawarah Nasional Forum Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) ke-12 Tahun 2018 dimulai pada tanggal 12 Oktober 2018 di  Grand Royal Orchids Garden Hotel, Batu. Bertindak sebagai penanggung jawab pada Munas FORTEI XII ini adalah Hadi Suyono, ST, MT, PhD., Ketua Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Tekik UB.

Dalam laporannya Penanggung Jawab yang juga Ketua Jurusan Teknik Elektro ini mengungkapkan bahwa di Munas ini melibatkan dihadiri sekitar 240 peserta dari 98 institusi Teknik Elektro seluruh Indonesia.

Kegiatan Munas FORTEI diawali dengan sosialisasi dan workshop dari dua pemateri. materi pertama adalah Sosialisasi Tim PAK KEMENRISTEKDIKTI dan Serba-Serbi Permasalahan dalam Pengurusan Kenaikan Pangkat ke Jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar Teknik Elektro oleh Prof. Dr. Ir. Yanuarsyah Haroen (Guru IMG_3146Besar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB dan Tim PAK Pusat KEMENRISTEKDIKTI).

IMG_20181012_105706Materi dari professor yang sudah 4e ini mengulik keingintahuan peserta Munas hari ini. Banyak pertanyaan muncul seputar bagaimana mengurus kenaikan pangkat dan apa yang harus dipersiapkan agar proses berjalan cepat dan mulus. Karena keterbatasan waktu, diskusi dilakukan hingga di luar forum. Pada kesempatan yang sama juga ditawarkan Surat Penawaran Bimtek Penulisan Artikel Ilmiah Internasional.

Setelah shalat Jumat kegiatan dilanjutkan dengan Pembahasan AD/ART FORTEI yang dipimpin langsung oleh Ketua FORTEI 2016-2018, Dr. Wahyudi ST MT dengan moderator Dr. Ir. Dian Retno Sawitri, M.T., sekaligus Pembahasan Pembentukan Asosiasi Pakar Teknik Elektro Indonesia (APTEI).

IMG_3187Pada pembahasan AD/ART disepakati beberapa hal, diantaranya keanggotaan FORTEI yang pada tahun 2016 diubah menjadi bersifat individu diubah kembali menjadi institusi, jika Ketua/Wakil Ketua FORTEI tak lagi menjabat sebagai pimpinan jurusan/prodi maka Jabatan Ketua/Wakil Ketua diteruskan oleh pejabat yang menggantikannya, serta seluruh anggota FORTEI otomatis menjadi anggota APTEI (Asosiasi Pakar Teknik Elektro Indonesia).

Berkaitan dengan APTEI, pada forum siang itu disepakati bahwa huruf P merupakan kepanjangan dari Profesi. “Karena ini kan organisasi profesi, jadi akan lebih baik kalau dari Pakar diubah menjadi Profesi,” tukas Dr Wahyudi.

Acara dilanjutkan dengan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua FORTEI Periode 2018-2020. Sesuai peraturan yang berlaku, Wakil Ketua otomatis menjadi ketua dua tahun berikutnya. Kepengurusan yang lalu Wakil Ketua adalah Sarjiya, ST., MT. (Kajur Teknik Elektro UGM) sehingga otomatis Ketua FORTEI 2018-2020 adalah UGM.

IMG_3086Sedangkan Wakil Ketua terpilih dengan 67 suara adalah Hadi Suyono PhD dari UB  dan secara otomatis Wakil Ketua terpilih menjadi Ketua APTEI. Sedangkan terpilih sebagai Wakil Ketua APTEI adalah peraih suara terbanya kedua, dengan 12 suara adalah Dr.Ir. Aries Subiantoro, M.SEE dari Universitas Indonesia.

Untuk diketahui, Kepengurusan FORTEI  terdiri atas kepengurusan pusat dan regional. Kegiatan temu Nasional dilaksanakan setiap 1 tahun sekali, sedangkan Musyawarah Nasional (Munas) yang dilakukan untuk menetapkan ketua FORTEI dan memilih wakil ketua FORTEI dilaksanakan setiap 2 tahun sekali.

Agenda tahunan tersebut diisi dengan kegiatan seminar (yang sudah dilakukan sebelumnya, The 9th EECCIS), workshop, dan diskusi topik-topik nasional yang sedang hangat dibicarakan.

Tempat pertemuan tahunan anggota FORTEI ditentukan pada saat pertemuan sebelumnya dan telah menjadi tradisi bahwa tempat pertemuan tahunan bergilir antara pergururan tinggi yang ada di pulau Jawa dan yang di luar pulau Jawa. Dan disepakati pertemuan berikutnya akan berlangsung di Universitas Negeri Padang, Bukit Tinggi, Sumatra Barat. (mic_FT)