Single Post

Stroke masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dan dunia. Pemantauan dan intervensi dini sebagai upaya preventif stroke belum mendapatkan perhatian khusus pada masyarakat. Mahasiswa Universitas Brawijaya hadir dengan teknologi sebagai upaya preventif hipertensi dan hiperkolesterolemia bagi penderita stroke berbasis IoT menggunakan metode machine learning.

Stroke merupakan kejadian klinis akut yang berhubungan dengan gangguan sirkulasi otak. Faktor risiko utama penyebab stroke adalah tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah tinggi, dan kadar glukosa darah tinggi. Peningkatan mortalitas dan morbiditas stroke disebabkan karena kurangnya pemantuan dan intervensi dini pada penderitanya.

Melalui masalah ini, lima mahasiswa Universitas Brawijaya melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) tergerak untuk mewujudkan prototipe bernama E-dection.

Di bawah bimbingan Ir. Nurussa’adah M.T., tim ini terdiri dari M. Dwi Nur Afini (FT’20), M. Romadhoni P. (FT’20), Made Ananta W. (FT’19), Ayu Cetiya M. (FIKes’19), dan Abimanyu Awanda R. (FK’19).  

E-dection terdiri dari smart band dan smart pillow yang dapat memberikan fungsi pemantauan serta intervensi mandiri secara dini.

Indikator yang dapat dimonitor dengan menggunakan E-dection adalah tekanan darah dan kadar kolesterol serta glukosa darah secara non-invasive.

Intervensi mandiri yang digunakan dalam prototipe ini adalah terapi panas untuk mengurangi jumlah kolesterol dalam darah.

Dr. Ir. Dewa Gede Raka Wiadnya, M.Sc., mengungkapkan bahwa E-dection berpotensi jika diterapkan pada masyarakat umum terutama pada orang yang memilki riwayat stroke ringan.

E-dection dapat menekan biaya pemeriksaan karena dilengkapi dengan sistem pemantauan secara non-invasive dan terapi untuk menurunkan kadar kolesterol.

Pada aplikasi E-Dection juga terdapat telemonitoring pada dokter penanggung jawab untuk memudahkan konsultasi terkait kondisi pengguna terang Dr. Dewa saat ditemui di tempat kerjanya, Senin, 1 Agustus 2022. 

“Penggunaan smart pillow nyaman saat digunakan, cukup menghangatkan bagian leher, saya suka dengan bentuknya yang ergonomis, semoga bisa menurunkan prevalensi stroke berat dengan menggunakan alat ini” ujarnya.

E-dection merupakan prototipe berbasis IoT yang terhubung dengan aplikasi. Aplikasi bermanfaat untuk mengkategorikan keadaan pasien menggunakan metode machine learning serta mempermudah penggunaan prorotipe sehari-hari.

Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi prevalensi morbiditas serta mortalitas yang diakibatkan oleh stroke. 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian