Single Post

Pandemi Covid-19 telah mengubah prilaku manusia dalam banyak hal. Anjuran pemerintah mulai dari social distancing, physical distancing, perpanjangan PSBB dengan tagar #DiRumahAja atau #WorkFromHome, telah mengubah ritme kehidupan ini menjadi sangat sangat tidak biasa dan tidak normal.

Akan tetapi, perjuangan kita semua melawan pandemi bisa saja berujung kepada New Normal dimana yang kita lakukan selama masa pandemi ini akan berlangsung bukan dua minggu, bukan sebulan, tetapi untuk jangka waktu yang lama dan tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir.

Dengan kondisi seperti ini, kebutuhan primer manusia modern bukan hanya tentang pangan, sandang dan papan, tetapi media bersosialisasi, media berkomunikasi secara online. Sejauh ini, pemain utamanya adalah zoom, WebEx, jitsi, google meet, lalu bagaimana dengan media video conference karya anak bangsa, mengapa tidak muncul ke permukaan?

Menjawab tantangan ini, Niki Netrahutama, alumni Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) angkatan 2011 bersama dengan dosen Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) FTUB, Dr.Eng. Fadly Usman, ST., MT menghadirkan HiG sebagai solusi media teleconference online untuk seluruh masyarakat di Indonesia.

HiG versi Beta telah diuji oleh lebih dari 500 users baik melakui media smartphone mau pun desktop. Beberapa kritik dan saran telah diterima oleh developer untuk dilakukan pengembangan dan juga penyempurnaan lebih lanjut.

Dalam perjalanannya selama 2 Bulan masa uji coba (trial), terdapat beberapa pihak yang telah melakukan komunikasi untuk bekerja sama diantaranya adalah Sandiaga Uno dan Indra Cahya Uno dari management OK OCE. Keduanya berrharap agar media teleconference ini bisa membantu pengusaha UMKM untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan pembeli secara langsung (live). Akan tetapi belum ada realisasi kerjasama antara pihak HiG dengan pihak OK OCE.

Dr.Eng Fadly menambahkan, pihak lain yang kemudian mendukung kelahiran HiG agar lebih baik dan berkualitas salah satunya adalah anak perusahaan PLN yaitu ICON+. Layanan ICON+ sendiri merupakan perusahaan yang memberikan layanan di bidang pengembangan teknologi telekomunikasi dan informasi.

ICON+ melalui rapat online bersama GM ICON+ SBU Regional Jawa Bagian Timur yaitu Agus Widya Santoso serta Manajer ICON+ Kantor Perwakilan Malang, Eko Candrasasmito telah merumuskan beberapa butir kerjasama.

Butir penting dalam kerjasama tersebut salah satunya adalah memberi support berupa server dengan kapasitas yang sangat besar agar HiG jika digunakan oleh ratusan bahkan ribuan user secara bersama, HiG dapat tetap berjalan dengan baik tanpa gangguan yang berarti.

Dalam rumusan awal, terdapat 3 paket bagi pelanggan HiG yaitu Free, Basic dan Premium. Free untuk layanan komunikasi online secara gratis dengan batas waktu penggunaan 30 menit untuk 25 users.

Basic untuk layanan tanpa batas waktu untuk 50 pengguna. Sedangkan paket Premium untuk layanan tanpa batas waktu bagi 100 pengguna.

Sedangkan untuk biaya berlangganan, paket basic sekitar USD 5/Bulan sedangkan premium USD 10/Bulan. Harga tersebut di atas tentu jauh lebih murah dari pada biaya berlangganan dari aplikasi sejenis seperti zoom atau WebEx.

“Semoga HiG bisa segera diluncurkan sehingga dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat di Indonesia dan juga dunia, sebagai alternatif media teleconference dengan biaya yang relatif murah dan terjangkau,” harap Dr.Eng Fadly yang juga founder Gurupedia ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published.